9 Kesalahan Yang Mesti Disingkirkan Dalam Mengambil Kredit Motor

Umumnya kian banyak orang yang mengambil kredit pembelian motor di saat mendekati Idul Fitri atau Lebaran, yang maksudnya biar memiliki kendaraan untuk pulang mudik.

Banyak orang yang berbelanja dengan cara mencicil ini, biar sanggup memiliki motor baru, sehingga nantinya untuk ditunjukan terhadap saudara-saudaranya di kampung.

Dan menyerupai dikenali bahwa transportasi memang menjadi salah satu duduk permasalahan yang tak kunjung usai, yang menghasilkan sakit kepala banyak orang, yang lebih-lebih lagi untuk orang yang tinggal di kota-kota besar, maka kemacetan menjadi hal yang biasa terjadi di saat berkendara.

Sehingga dengan argumentasi mempersingkat waktu ke tujuan dan juga dengan dimudahkannya tuntutan untuk pengajuan kredit motor, maka banyak yang mengambil kendaraan motor.

Kesalahan yang mesti disingkirkan dalam mengambil kredit motor

Nah, sebelum mengambil cicilan motor, maka ada beberapa hal yang perlu diketahui, wacana kesalahan-kesalahan yang mesti dihindarkan dalam mengambil sepeda motor baru:

1. Membeli motor di saat utang menumpuk
Berdasarkan klarifikasi dari piawai keuangan, bahwasannya idealnya utang dilarang lebih dari 30% pengeluaran dari honor yang diterima setiap bulannya. Dengan berbelanja motor secara kredit pastinya akan memperbesar beban utang pada setiap bulannya. sehingga sungguh penting memikirkan sebelum mengambil kredit motor.

Jangan hingga alasannya ada hutang atau kredit lainnya, sehingga dengan menjalankan kredit motor memicu habis (bahkan minus) dari pendapatan honor yang diterima setiap bulannya. Sehingga “memaksa” kita nantinya cuma makan tempe tahu selama sebulan, sehingga sungguh tidak tenteram jadinya.

Untuk itu hendaknya berbelanja motor di saat memang darurat dibutuhkan. Terutama di saat sebelum mengajukan kredit motor jikalau pengeluaran hutang sudah sungguh besar, bahkan lebih dari 30% pendapatan honor sebulan. Maka jangan laksanakan kredit motor.

2. Tidak mencari leasing profesional dan terbaik
Perusahaan pembiayaan (leasing) motor lebih banyak dan bervariasi ketimbang penyedia kredit mobil, hal itu alasannya harga motor yang memang jauh lebih rendah ketimbang harga mobil. Dengan begitu juga, banyak leasing motor ternyata yang kurang jelas, tidak terlatih dan juga tidak profesionalisme.

Nah, biar sanggup kondusif maka pilih perusahaan leasing yang sudah menjadi anggota di Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI). Kamu sanggup mengetahuinya di situs resmi APPI., disana Kamu sanggup mencari perusahaan yang tergabung dalam anggota APPI tersebut.

Selain itu rajin-rajinlah mencari perbandingan harga antar dealer yang ada, sanggup saja pada salah satu dealer memiliki penawaran yang lebih baik ketimbang dealer lainnya.


3. Waktu Tenor terlalu lama
Tenor merupakan rentang waktu untuk mengeluarkan duit utang, dengan makin usang tenor, maka akan makin sering Kamu mesti mengeluarkan duit ongkos bulanan, tapi yang menjadi duduk permasalahan dengan menentukan tenor yang terlalu usang maka kita mesti mengeluarkan duit yang lebih banyak untuk melunasi motor, jikalau ketimbang mengambil tenor yang lebih pendek.

Untuk itu usahakan dalam mengambil kredit jangan terlalu usang jangkanya.

4. Keadaan BPKB tidak aman
Perusahaan leasing nantinya memegang surat Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dari motor yang dicicil, dan akan diberikan di saat sudah lunas cicilan. Untuk itu seleksilah perusahaan leasing yang profesional dan terpecaya, biar mempertahankan BPKB agar tidak digunakan oleh pihak perusahaan leasing, dimana ada perusahaan leasing pembangkang yang menggunakan BPKB dari motor yang sedang dicicil selaku jaminan di bank lain.

Dengan menentukan leasing yang bertanggung jawab terhadap BPKB, sehingga nantinya setelah lunas, BPKB sanggup eksklusif Kamu ambil.

5. Membeli cuma untuk pamer
Ini sanggup menjadi kesalahan yang sungguh besar, dimana masih ada saja orang yang berbelanja motor cuma sekedar pamer saja, khususnya yang sering terjadi di saat akan piknik mudik, menjelang Idul Fitri. Sehingga berbelanja barang yang bekerjsama tidak terlampau dibutuhkan.

Bahkan ada juga orang yang berbelanja motor cuma alasannya lapar mata, yang maksudnya cuma ingin memiliki motor versi terbaru. Yang alasannya hal itu, dirinya mesti menanggung cicilan selama berbulan­bulan, terlebih jikalau beliau menjalankan kredit barang lainnya, pastinya ini sungguh memberatkan.

6. Tidak cermat dalam mengkalkulasikan cicilan bulanan
Hendaknya mengkalkulasikan total duit yang dikeluarkan untuk DP dan cicilan bulanan, apabila jumlahnya terlalu tinggi, maka Kamu tidak diuntungkan selaku pelanggan jadinya.

7. Tidak mempedulikan denda keterlambatan
Apabila Kamu telat untuk mengeluarkan duit cicilan, maka jangan anggap enteng hal ini, alasannya Kamu akan dikenakan ongkos pemanis nantinya, dimana jikalau kian banyak telatnya, maka denda yang dikenakan akan makin sungguh besar, sehingga ini sungguh menyusahkan, untuk itu jangan hingga telat dalam mengeluarkan duit cicilan.

Hindari hal-hal tersebut jikalau ingin mengajukan kredit sepeda motor, sehingga kita sanggup terhindar dari kesusahan, mudah-mudahan bermanfaat.


8. Terlalu cepat nemutuskan
Sebuah kesalahan jikalau tidak berpikir panjang terlebih dulu sebelum menjatuhkan pilihan. Jangan hingga Kamu terkena efek dari orang marketing yang 'menggoda' untuk membeli. Hal itu alasannya tidak niscaya yang Kamu kehendaki merupakan yang mereka tawarkan. Yang perlu kau laksanakan merupakan mencari tahu lebih tentang spesifikasi, model, dan menyebarkan hal yang lain yang merupakan keperluan Kamu.

Jika terlalu cepat dan terburu-buru dalam memutuskan, sehingga tidak berpikir panjang, Dikhawatirkan Kamu nantinya akan menyesal alasannya salah dalam mengambil motor (tidak sesuai kebutuhan).

9. Tidak mengenali tentang tata cara FIDUSIA
Penjelasan sederhananya, fidusia merupakan pengalihan hak kepemilikan sebuah benda atas dasar kepercayaan. Dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan si pemilik benda.

Oleh alasannya itu, dalam hal ini motor Kamu akan di-fidusiakan oleh pihak forum pembiayaan. Sehingga meskipun nama Kamu yang tertulis di STNK dan di BPKB selaku pemilik kendaraan. Akan tapi selama Kamu belum melunasi hutang (cicilan) berbelanja motor. Maka motor tersebut dianggap milik forum pembiayaan tersebut.

Pada setiap forum pembiayaan akan mendaftarkan jaminan fidusia itu terhadap pihak notaris. Dengan begitu hal ini bersifat legal. Jangan Kamu kira sejak tata cara fidusia diberlakukan maka pihak collector tidak sanggup memukau motor jikalau Kamu absen dari mengeluarkan duit cicilan. Justru teknis penarikannya oleh mereka sudah dianggap legal.

Pihak collector akan melakukan pekerjaan sama dengan pihak kepolisian untuk memukau motor orang yang absen mengeluarkan duit cicilan. Polisi yang mangamankan prosesnya. Dengan begitu, jikalau menolak dan berupaya menggagalkan proses penarikan tersebut, hati-hati sanggup terkena pidana oleh pihak kepolisian.

[Update Penting]
Hal yang lain yang sungguh penting, berusahalah jauh dari yang namanya riba, alasannya riba merupakan dosa besar yang membinasakan. Usahakan mencari kredit yang bebas riba, tidak ada ongkos pemanis 'bunga' dan tidak ada denda keterlambatan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.