18 Resiko Ancaman Penggunaan Pendingin Ruangan / Ac (Tips Kondusif & Sehat Menggunakannya)

Saat berada di ruangan ber-AC, tubuh menjadi terasa nyaman, dengan rasa ruangannya yang sejuk.

Pada ruangan yang ber-AC, udara juga terasa lebih higienis dan segar, yang dengan begitu asupan oksigen akan menjadi lebih banyak, sehingga tubuh betul-betul menjadi nyaman.

Hal ini memang berkhasiat untuk memajukan produktivitas. Tubuh akan bisa lebih fresh dan senantiasa bersemangat.

Keadaan suhu panas yang tak tertahankan, maka dengan pendingin ruangan AC akan menolong untuk menciptakan ruangan menjadi lebih tenteram dan segar.

 udara juga terasa lebih higienis dan segar 18 Resiko Bahaya Penggunaan Pendingin Ruangan / AC (Tips Aman & Sehat Menggunakannya)
Sumber gambar: Flickr.com

Akan tapi dengan segala keuntungannya tersebut, kita tetap perlu berhati-hati, lantaran ada ancaman dari penggunaan pendingin ruangan AC yang secara berlebihan.

Ketika berada di ruangan ber-AC aka menciptakan seseorang malas untuk minum, dikarenakan suhu yang hambar tidak menciptakan tubuh merasa haus, tapi tetap saja tubuh memerlukan cairan.

Demikian juga pada ruangan yang ber-AC, menciptakan tidak berkeringat, padahal berkeringat sungguh penting untuk mencampakkan racun tubuh (yang keluar serentak dengan keringat).

Untuk lebih lengkapnya, berikut di bawah ini beberapa efek jelek dari penggunaan pendingin ruangan AC (jika dilaksanakan secara berlebihan):

1. Memicu resiko penyakit asma
Dari laman Time.com. Dr Mark Mendell, spesialis epidemiologi, yang juga melakukan pekerjaan di 'California Department of Public Health', mempelajari mengenai efek kesehatan metode pendingin udara, bareng 'AS Departemen Energi Lawrence Berkeley National Laboratory'.

Dr Mendell menerangkan bahwa memburuknya duduk permasalahan asma dan alergi merupakan dua duduk permasalahan kesehatan yang dapat terjadi akhir penggunaan unit AC yang terkontaminasi. Sehingga sering timbul ungkapan di Amerika yakni 'sindrom gedung sakit'.

"Kami mulai menyaksikan itu di tahun 70-an dan 80-an," kata Mendell. "Orang-orang di gedung perkantoran mulai menyampaikan bangunan itu menciptakan mereka sakit."

Dia juga menerangkan bahwa sindrom gedung sakit dikaitkan dengan tanda-tanda hidung tersumbat, duduk permasalahan pernapasan, sakit kepala, capek dan kulit yang teriritasi. Penelitian ini kian diperkuat dengan fakta yang terjadi di lapangan, gedung-gedung kantor banyak yang meimbulkan tanda-tanda tersebut.

2. Kurang baik untuk organ paru-paru
Ruangan yang ber-AC bisa menciptakan suhu dan kelembapan yang di dalam ruangan berubah secara mendadak, dimana pergeseran tersebut bisa berakibat jelek pada metode pernafasan seseorang.

Utamanya pada kepingan organ paru-paru yang sungguh vital, untuk itu bijaklah dalam memakai AC, jangan terlalu dingin, dan jangan juga terlalu usang memakai AC seharian


3. Berdampak jelek untuk kesehatan kulit
Penggunaan Ac yang terlalu usang sanggup mengakibatkan kulit menjadi kering, iritasi dan berkurangnya selaput lendir. Kulit kehilangan kelembaban alaminya sehingga menjadi kering dan sensitif. Untuk itu, di saat berada di ruangan AC dalam waktu yang lama, untuk mengatasinya cukup penting memakai pelembab, atau minimal bersungguh-sungguh membasahi kepingan tubuh yang sanggup dijangkau dengan air.

Dari laman Globalnews.ca, bahwa beberapa jam yang dihabiskan di lingkungan udara hambar (ber-AC) mengakibatkan kulit kehilangan kelembaban. Apabila Anda tidak menolong kulit Anda dengan menampilkan pelembab di saat itu, Anda bisa terkena duduk permasalahan kulit kering.

4. Resiko kelumpuhan wajah
Komdisi terjadinya lumpuh pada wajah, sanggup terjadi pada seluruh kepingan wajah. Penyakit ini dinamai Bell’s palsy. Penyakit tersebut timbul lantaran adanya duduk permasalahan pembengkakan di syaraf wajah.

Beberapa gejalanya yakni mata perih di saat terkena air, ekspresi kering, sulit berkumur, bicara condong pelo (tidak jelas) dan kesanggupan indra mengecap menurun.

Para jago kesehatan menerangkan mengenai aspek yang menyebabkan kelumpuhan pada wajah, yakni lantaran  serangan infeksi virus udara atau angin.

Dimana penggunaan AC ini bisa menampilkan resiko penyebaran infeksi virus ini. Oleh lantaran itu, disinlah pentingnya berkala membersihkan AC.

5. Resiko leher tengeng
Tidur dalam kondisi udara yang hambar menyebabkan terjadinya tengeng pada leher di saat berdiri tidur. Apabila hingga terjadi duduk permasalahan ini, maka pengabatannya memakai suntikan pada leher dan memakai obat anti radang menurut resep dokter.

Penyakit ini sering disebut penyakit salah bantal. Dimana orang yang  mengalaminya akan merasa nyeri di kepingan leher. Terutama akan terasa sakit di saat menoleh ke salah satu segi (kanan atau kiri).

Rasa nyeri akhir menoleh tersebut, kalau dipaksakan menoleh maka timbul rasa sakit luar biasa seumpama kesetrum.

6. Sakit Kepala atau Pusing
Sick building syndrome seringnya tinggi resikonya pada bangunan yang memasang pendingin udara, tapi kondisi ventilasinya buruk. Keadaan seumpama itu menciptakan orang yang berada di dalam ruangan akan rentan mengalami sulit napas, sakit kepala, gampang lesu, dan iritasi pada kulit.

Terjadinya rasa sakit kepala juga bisa terjadi, lantaran ada beberapa model AC yang mengeluarkan bunyi bunyi yang cukup keras, sehingga ini memiliki efek jelek berupa rasa sakit kepala di kepala anda.


7. Resiko penyebaran virus
Penggunaan Pendingin ruangan AC pastinya menciptakan ruangan menjadi condong perlu ditutup, hal ini mengakibatkan minimnya sirkulasi udara yang ada di dalam ruangan ber-AC. Sehingga menampilkan resiko penyebaran virus, kuman dan bakteri, yang berpindah dari satu orang ke orang yang ada di sekitarnya.

Memperburuk penyakit pernafasan yang diderita
Perubahan secara tiba-tiba pada suhu dan kelembaban bisa  memperburuk tanda-tanda beberapa penyakit pernapasan. Masalah ini sebagian besar sanggup disingkirkan dengan menetapkan termostat ke suhu yang lebih tinggi, dan kemudian secara sedikit demi sedikit dikurangi ke tingkat yang nyaman.

8. Bahu menjadi terasa kaku
Kondisi pundak yang beku atau terasa kaku, biasanya akan terasa setelah berdiri tidur di pagi hari. Orang yang mengalami akan mencicipi nyeri di pundak hingga lengan. Ketika tangan digerakkan akan terasa nyeri.

Sehingga kondisi penyakit ini memunculkan kesusahan dalam melakukan acara sehari-hari. Apalagi kalau melakukan acara yang sering mengangkat tangan, maka akan terasa nyeri sekali.

Bahu yang terasa kaki ini terjadi lantaran tidur dalam kondisi suhu ruangan yang terlalu dingin. Untuk itu, jangan setting AC yang terlalu dingin.

9. Resiko mengalami alergi
Dengan sirkulasi udara yang minim di ruangan ber-AC, juga debu yang terperangkap dan mutu udara yang menjadi jelek (apabila perangkat AC tidak berkala dibersihkan) di dalam ruangan, maka hal ini riskan orang yang di dalamnya sanggup mengalami alergi.

Filter udara sanggup menjadi kotor apabila AC tidak dibersihkan secara teratur, filter udara yang kotor tersebut dapat menjadi “ladang” berkumpul nya debu, serbuk sari, dan bakteri, yang nantinya disirkulasikan kembali dalam ruangan, sehingga malah memunculkan duduk permasalahan alergi tubuh, serta tidak baik untuk penderita asma.

10. Gangguan reproduksi
Pada perangkat AC yang digunakan, menciptakan suatu senyawa yng disebut phthalates. Itu merupakan suatu senyawa asam phtalic. Apabila zat ini sering dan sungguh usang mengenai tubuh, berakibat duduk permasalahan serius pada metode reproduksi tubuh.

11. Resiko penyakit mata yang meningkat
Dengan menghabiskan sebagian besar waktunya berada di ruangan ber-AC, sehingga menciptakan seseorang menjadi riskan tinggi mengalami penyakit mata seumpama konjungtivitis dan blepharitis.

12. Menjadi tidak tahan suhu panas
Dengan sudah biasa beraktifitas di ruangan ber-AC, maka di saat keluar ruangan akan merasa tidak nyaman, serta mengeluarkan keringat yang tidak normal. Disamping itu tubuh akan menjadi gampang lelah, dimana tubuh kesusahan beradaptasi pada suhu yang panas.

loading...

13. Memperburuk penyakit pernafasan
Dengan pergeseran secara tiba-tiba pada suhu dan kelembaban, ini sanggup berakibat hadirnya tanda-tanda beberapa penyakit pernapasan. Untuk itu selaku tipsnya, hendaknya menetapkan termostat ke suhu yang lebih tinggi dahulu, yang kemudian secara sedikit demi sedikit dikurangi sedikit-demi-sedikit hingga pada suhu yang dirasa nyaman. Selain itu hindari suhu yang terlalu rendah.

14. Berat tubuh yang dapat meningkat
Pada suatu observasi dilaksanakan oleh biostatisticians, di University of Alabama, kota Birmingham, melakukan observasi bahwasannya AC ternyata mengakibatkan kenaikan berat badan.

Pada suatu studi yang dilaksanakan ini, di saat memakai AC untuk mempertahankan suhu rumah yang konstan, maka tubuh tidak lagi mengeluarkan energi atau memperabukan kalori untuk beradaptasi dengan pergeseran suhu udara, sehingga hal ini mengakibatkan berat tubuh yang meningkat.

15. Penyakit Legionnaire
Penyakit Legionnaires disebabkan oleh basil legionella pneumophila, yang terkait dengan penggunaan AC, yakni dimana air hangat yang didapatkan dalam metode AC sentral (utamanya di hotel dan rumah sakit) sanggup menjadi daerah berkumpul nya bakteri.

Sehingga duduk permasalahan yang biasa terjadi yakni terjangkit penyakit batuk, nyeri tubuh, demam tinggi, menggigil, kelelahan, dan juga sakit kepala.

16. Gangguan kehamilan
Banyak jago kesehatan yang mengungkapkan kalau ibu hamil terlalu usang berada di ruangan ber-AC, maka ini kurang baik. Karena riskan serius pada timbulkan masaalah kehamilan. Senyawa phthalates yang dihasilkan dari AC memiliki efek jelek pada kondisi janin yang dikandung, Sehingga sungguh dikhawatikan bayi lahir dalam kondisi cacat.

17. Tidak ramah lingkungan
Seperti diketahui, lazimnya AC memakai freon atau CFC, yang itu memiliki efek jelek berupa penipisan lapisan ozon. Pendingin ruangan AC dengan teknologi terbaru, dipahami sudah mulai meminimalisir efek jelek ini, dengan tujuan tidak terlampau parah menampilkan efek pada pergeseran iklim.

Dari laman Time.com. Seorang peneliti lingkungan Land Institute, menerangkan bahwa duduk permasalahan utama AC yakni kontribusinya kepada pemanasan rumah beling (pemanasan global). Meskipun keprihatinannya atas planet ini, Cox menyampaikan bahwa AC juga berharga untuk kenyamanan.

18. Mengunjungi dokter lebih sering. 
Dari laman Huffingtonpost.com. Hasil observasi sudah menampilkan bahwa individu yang menghabiskan lebih banyak waktu di lingkungan ber-AC akan mengalami kenaikan gangguan kesehatan, sehingga akan lebih sering ke dokter untuk mendapat layanan kesehatan.

Sebuah analisis mendapatkan bahwa lebih banyak kunjungan untuk ganjalan yang bermitra dengan telinga, hidung dan duduk permasalahan tenggorokan, pernapasan dan duduk permasalahan dermatologis.

Untuk meminimalisir duduk permasalahan ini, berkala bersihkan ruangan serta kendaraan beroda empat (yang memakai AC). Bersihkan pada karpet, gorden dan sejenisnya.

Tips kondusif dan sehat dalam memakai AC:
Satu-satunya cara yang sanggup dilaksanakan untuk meminimalisir efek samping dari penggunaan AC merupakan dengan membersihkan secara berkala. Untuk lebih lengkapnya, berikut di bawah ini beberapa poin dari kiat memakai AC:
  1. Pastikan untuk senantiasa mempertahankan bagian-bagian komponen yang ada di AC mudah-mudahan tetap bersih. 
  2. Perlu diketahui, bahwa AC portable lebih gampang dibersihkan ketimbang pendingin udara yang mahal, yang lazimnya terdapat terusan yang tersembunyi dan berada ditempat yang tidak dapat terjangkau, sehingga memerlukan pencucian terorganisir oleh orang yang profesional. 
  3. Jangan lupa minum air putih di saat berada di ruangan ber-AC. Perlu dimengerti bahwa tidak berkeringat bukan bermakna tubuh tidak memerlukan minum. 
  4. Konsumsi vitamin mudah-mudahan tubuh sanggup lebih tersadar dari serangan penyakit, terutama untuk Anda yang berada pada ruangan ber-AC sentral. 
  5. Pastikan ada ventilasi udara yang cukup, sehingga sirkulasi udara sanggup berlangsung dengan baik. Jangan hingga ruangan tertutup total, lantaran sungguh berbahaya untuk mutu udara yang menjadi buruk. 
  6. Jangan lupa untuk melakukan perawatan AC secara rutin, buatlah jadwal mudah-mudahan tidak lupa. 
  7. Buatlah suhu yang terendah yakni 21 derajat celcius, jangan hingga di bawah angka itu (terlalu dingin), lantaran di saat keluar ruangan tubuh akan terasa sungguh terkejut dengan suhu udara di luar. 

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.